This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, November 20, 2013

Kampung Masjid Bojonggede

Kampung Masjid disebut begitu adanya karena keberadaan Masjid An Nur di kampung tersebut.

Konon, masjid tersebut adalah masjid pertama yang ada di Bojonggede.

Bila kamu naik kereta Jakarta-Bogor, dapat turun di stasiun Bojonggede. Keluar dari stasiun di pintu utara arah eks pasar stasiun.

Menuju Kampung Masjid dapat ditelusuri berjalan kaki di jalan aspal yang dapat terlihat dari rel kereta. Telusuri jalan motor di samping rel hingga masuki gapura jalan menuju Kp. Masjid.

Bila Anda naik mobil, dapat masuk dari ujung pertigaan jalan baru Pemda dan masuk ke dalam Lapangan Siaga. Lapangan siaga ini tepat di depan pintu perlintasan kereta. Setelah lewati Lap.Siaga didalam, mobil berbelok ke kanan hingga terlihat Masjid atau MI

Taraaa ... Sampailah di Kp. Masjid

Disini saya akan mengaktifkan kembali Taman Bacaan yg pada 2008 lalu pernah ada. Bismillah. Semoga jadi manfaat

Monday, October 14, 2013

PERJALANAN CIKINI - SENEN - PLUMPANG

Sudah hampir 2 bulan saya melakukan perjalanan jauh Bojonggede - Plumpang. Perjalanan panjang dari Selatan ke Utara. Terkait hal ini saya mau informasikan kebutuhan akomodasi perjalanan yang efektif dan efisien. Tetap menurut saya.


Berangkat dari Bojonggede saya menggunakan kereta Commuter Line seharga Rp. 4.000,-. Coba bandingkan dengan tarif bus yang bisa lebih mahal dari itu. Tarif kereta Commuter Line di bulan Juli 2013 ini menjadi begitu murah karena Public Service Obligation dari pemerintah pusat atas subsidi moda kereta Commuter Line akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Harga tiket hasil subsidi kenaikan minyak menjadi lebih murah.


^__^ akibatnya, kereta Commuter Line menjadi begitu diminati karena harga yang murah.


Saya naik kereta Commuter Line dari Bojonggede menuju Stasiun Cikini. Sampai di Stasiun Cikini, saya meneruskan perjalanan menggunakan bus Metromini 17 (berwarna orange) menuju Terminal Bus Senen.

Terminal Bus Senen ini dekat dengan Pasar Grosir Senen. Tahun 60-70-an daerah Senen adalah primadona bisnis di Jakarta. Namun sekarang sejak pusat-pusat bisnis berdiri di berbagai tempat di Jakarta, pamornya meredup.


Saya lanjutkan perjalanan menuju Plumpang dari Terminal Bus Senen menggunakan Bus Metromini 07. Bus metromini ini melewati rute Stasiun Kereta Senen, daerah Rumah Sakit Cempaka Putih, Pusat Perdagangan ITC Cempaka Mas, keluar menuju arah Kelapa Gading. Kita hanya melewati Kelapa Gading dengan gedung Mall Of Indonesia (MOI) di sebelah kanan jalan hingga masuk ke daerah Sunter. Kita melewati Shelter Busway Transjakarta Sunter Artha Graha dan Area Otomotif TOYOTA, PEUGEOT, dan lainnya hingga masuk ke daerah Plumpang. Ditandai dengan adanya Shelter Busway Transjakarta Plumpang.


Masih dibawa oleh Metromini 07, saya masuki Plumpang dengan rute memutar balik menuju bagian dalam Plumpang-Semper. Lewati jembatan dan Pasar Ular tempat penjualan barang-barang dari pelabuhan. Saya akan turun dari Metromini 07 ketika sudah sampai di depan Rumah Sakti Mulya Sari.


Begitulah rute perjalan saya selama beberapa minggu ini. Butuh stamina yang ekstra kuat karena perjalanan jauh dan hambatan kemacetan di daerah Plumpang - Tanjung Priok dan sepanjang jalan antara Sunter Artha menuju Rawasari-Rawamangun.

Monday, August 12, 2013

Rute ke Terminal Pasar Minggu

Kalau kamu dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), kamu bisa langsung ke Terminal Pasar Minggu menggunakan Bus Damri.



Kalau kamu pergi ke Ps. Minggu, disini tersedia Terminal Bus Pasar Minggu. Terminal Bus Pasar Minggu berada di dalam satu kawasan berikat. Bukan kawasan berikat istilah dunia industri ya. Maksud saya kawasan yang menjadi satu area dengan Perusahaan/Pasar Daerah (PD) Pasar Minggu, Pusat Belanja Robinson, Ramayana dan toko-toko lainnya.Bahkan, tidak jauh dari terminal bus, terdapat stasiun kereta listrik.

Terminal bus Pasar Minggu tidak saja terdiri dari angkot-angkot yang melayani rute pendek. Bus Metromini dan Kopaja juga melewatinya. Bus Damri pun ke Terminal Pasar Minggu.


Bus Metromini yang pernah saya naiki dari dan ke Terminal Pasar Minggu antara lain :
Metromini 62. Bus ini melayani rute Terminal Pasar Minggu --- Terminal Manggarai. Rutenya (dari Manggarai) melewati Jalan dr. Saharjo, Pancoran, Kalibata, Jl. Raya Pasar Minggu


Metromini 604. Bus ini melayani rute Terminal Ps. Minggu --- Tanah Abang. Rutenya melewati Jl. Raya Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran, Gatot Subroto, Senayan, Jend. Sudirman (arah Benhil), Karet, Dukuh Atas, Bunderan HI, Sarinah, Bank Indonesia, Tanah Abang.

Bila kamu berasal dari Blok M dapat menggunakan Bus Kopaja 614. Bila kamu berasal dari arah Lenteng Agung atau Tanjung Barat, dapat menggunakan Bus Kopaja 616.
Saya pernah menggunakan kedua bus metromini ini. Dulu hampir sering. Asiknya naik bus ini adalah tarif yang murah. Bus reguler ini saat ini bertarfi Rp. 3.000,- untuk sekali jalan. Lokasi jauh maupun dekat.

Angkot T 19 : Kp. Rambutan - Depok

Sudah ada yang pernah melihat angkot merah T19 ?
dibaca sampai habis ya ...kalau saya tidak salah begitu namanya :P

kendaraan mobil kecil untuk mengangkut banyak penumpang  (sekitar 6 + 4 seats) ini beroperasi dengan rute Terminal Bus Depok - Terminal Bus Kp. Rambutan


Bagaimanakah rute perjalanannya ?

Bus Kopaja Menuju Kemang

Saya dari Bojonggede ke Pasar Minggu naik kereta commuter line. Keluar stasiun Pasar Minggu saya menuju pasar di depan Robinson-Ramayana. Disana sudah menunggu bus hijau Kopaja 614 jurusan Pasar Minggu-Cipulir. Nah bus ini melewati jalan Ampera-Kemang, Benda, Puri Mutiara-Jeruk Purut, Antasari, terus Mayestik hingga ke arah Cipulir (jauh bo!).


Saya naik bus 614 dari Pasar Minggu. Setelah melewati Pejaten Village dan masuk ke Pejaten Barat kamu sudah harus siap siaga untuk berhenti. Karena sebentar lagi masuk jalan Ampera. Disini saya harus turun di Kemang Selatan ketika bus berbelok menuju jalan Benda dan Puri Mutiara. Pas di belokan ke kiri ada Graha Kemang (semacam restoran stik).


Bila kamu turun dan menyebrang akan ditemukan Habibie Center dan galeri Dia.Lo.Gue. tapi jangan terkecoh ya, nomor gedung di Kemang ini teracak. Kalau mau ke Kemang 89 masih harus berjalan kaki lagi melewati Sevel, Lawson, Circle K, Dominos Pizza, dan ...taraaa... ketemu deh Kemang 89.


Kalau mau langsung turun di depannya dapat naik bus hijau Kopaja 605A dari arah Kampung Rambutan menuju Blok M. Jalan lewat Ampera juga tapi lurus ke Kemang Selatan (kalau 614 sampai di ujung jalan Ampera berbelok ke arah Puri Mutiara). Siap2 aja turun di depan Kemang 89 setelah memperhatikan beberapa convenient store tadi.


Untuk penjelasan terkait dengan Kemang 89, silahkan membuka link berikut ini : 
http://imronqren.blogspot.com/2012/08/kemang-89-perjalanan-mencari-ruang.html

Kopaja 502 dan Jalan Cikini Raya

Kopaja 502 mengantarkan saya ke Gramedia Matraman. Kembali melewati Jl. Kebon Sirih, hanya saja bedanya kini saya naik bus. Melewati taman patung pak tani, di putaran balik saya melihat gedung Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta dan... taraaa... gedung PPM Manajemen. Pengen banget bisa sekolah disini. :)

Perjalanan diteruskan menuju kenangan-kenangan masa remaja dulu. Jalan Cikini Raya... disana saya melihat kantor pos cikini. Saya juga lewati Toko Roti Tan Ek Tjoan sebelum akhirnya berada di depan Taman Ismail Marzuki dan deretan poster film bioskop. Kok jadi ingin nonton film Sherlock Holmes yang kedua itu ya? hm... sepertinya terpengaruh pembicaraan teman-teman di kampus bila filmnya seru dan lucu.

Tidak jauh dari TIM seharusnya dulu adalah kolam renang. Namun sekarang tempat tersebut telah berubah. Setelah ditutup sekian lama dan dihancurkan, rupanya lokasi kolam renangn tersebut telah menjadi Hotel Formule 1. Konsep hotel murah. Pengen punya hotelll...... :P

Setelah melihat petunjuk Sirop Sarang Sari dengan gambar close up seorang wanita dengan khas sanggul dari suatu daerah, akhirnya tembus juga di depan SMP 1 Cikini. SMP 1 Cikini adalah tempat dulu saya pernah bersekolah. Sekitar tahun 1998-an. Mulai memanasnya pergerakan mahasiswa dan segenap elemen masyarakat menuntut reformasi.

Walah, meski sudah ada tulisan International Junior High Schooll (alias tulisan berbahasa Inggris :P) rupanya gedung utama di depannya masih gedung yang lama. Ada yang sedang latihan baris berbaris.... Sekarang malah inget latihan Tae Kwon Do di lapangan itu, sore-sore... huff


Saya  melewati Stasiun Cikini, Bioskop Metropole XXI begitu tenang mengusik kelelahan diri. Lelah ini masih belum hilang sejak jalan kaki tadi. Dasar, umur emang gak bisa dibohongin.

-- umur atau fisik ini yang berpengaruh terhadap keletihan perjalanan ???

nb: Bus Hijau Kopaja 502 itu rute Tanah Abang - Kampung Melayu (lewat stasiun Cikini, stasiun Gondangdia, Matraman, Monas, Balaikota DKI ) harga tarif penumpang IDR 2.000,-. Namun saat ini berkat kenaikan harga BBM dan pengurangan subsidi BBM maka tarif Bus Kopaja reguler sebesar IDR 3.000,-

Jalan Kaki : Fisik tidak Berbohong ~_~

Tanggal 5 Januari 2012 lalu saya ada rencana khusus. Rencana hari itu adalah mencari tempat yang nyaman untuk mengetik dan tersedia fasilitas buku dan internet. Pilihan termudah adalah Perpustakaan Nasional di Jl. Medan Merdeka. Perpusnas Monas biasanya saya sebut-sebut bila bercerita ke teman mengenai tempat ini. Tempatnya enak kok, cozzy.

Naik kereta menuju monas, commuter line. Sempat terpikirkan, rute ke sana bila naik bus naik apa ya ?? Enaknya bisa naik bus bila melihat rute untuk jalan kaki yang lumayan jauh. Dulu beberapa kali kesini dengan jalan kaki. Enak juga kok jalan di sepanjang jalan Kebon Sirih. Bisa lihat gedung-gedung.

--Haah?? hanya gedung-gedung saja yang terlihat ??

Yah, disepanjang jalan Kebon Sirih ini ada gedung Sekretariat Wakil Presiden, gedung Hankam, gd. balai kota DKI Jakarta, dan lainnya. Untuk urusan kuliner disini banyak. Kalau mau belok dikit ke arah Sabang, bisa nemu dah tuh jajanan khas Sabang yang udah terkenal sebagai tempat kongkow2...

Nah, jalan kaki lah saya dari Stasiun Gondangdia. Masuk Jl. Kebon Sirih di awali dengan MNC Tower, Plaza Pupuk Kaltim, terus ke Plaza Telkom, Balai Kota, Pusat Strategi (Hankam/TNI), hingga di ujung perempatan jl.Kebon Sirih, di depan Kopi Tiam Oey... peggggeeeellll banget nih kaki.

-- Usia memang tidak berbohong?

Enak saja!. Bukan usia, tapi fisik.

Peeggelll banget. Lelah sekali. Duduk-duduk lah di dekat perempatan jalan itu.

Berpikir apakah meneruskan perjalanan atau tidak. "Terusin gak ya ke Perpusnas?" karena masih harus jalan memutar balik lagi dengan jarak hampir setengah perjalanan semula. walaaah.

Lihat Bus Kopaja 502... Saya menyerah. Lelah, akhirnya saya naik Bus Kopaja 502 menuju Gramedia Matraman.

Akhirnya memang perlu beli mobil ini kalau begini....

-- ngarep ..

biarin!

Perjalanan Malam


Saya pergi ke tempat tinggal sementara saya, tidak jauh dari tempat kerja. Berangkat dari rumah, saya sempat mampir ke Depok Town Square. Turun kereta CommuterLine di Stasiun Pondok Cina. Di Depok Town Squre (DETOS) saya sempatkan untuk berbelanja kebutuhan mandi dan air minum untuk semalam.

Berangkat kembali dari Stasiun Pondok Cina menggunakan kereta CommuterLine, saya berhenti di stasiun Cawang untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menggunakan transportasi bus Transjakarta yang sudah memiliki jalur khusunya, busway.

Berangkat dari shelter Cawang-Menara Saidah, bus bergerak ke arah Shelter BNN dan akhirnya saya berhenti di Shelter Cawang-UKI. Saya berpindah atau transit di shelter ini untuk berganti rute bus menuju Tanjung Priok.
Saat itu sudah malam. Pukul 20:20 WIB waktu Indonesia bagian Barat. Suasana perjalanan malam itu dihidupi oleh warna oranye lampu-lampu yang ada di sepanjang jalan sebagai sebuah lampu penerangan jalan. Rasanya temaram. Agak mencekam bila jalanan sepi.

Saya berharap pengelola jalan dan penerangan mau menggantinya dengan lampu berwarna putih. :P agar lebih terlihat hidup meski sudah tidak banyak orang yang berlalu lalang di jalan.

Catatan Pertama

Catatan pertama saya untuk blog ini adalah tentang perjalan pertama saya mulai pindah tempat tinggal. Rumah saya di daerah Cibinong Bogor. Tempat kerja saya di daerah Jakarta Utara. Kehidupan sebagai seorang kommuter sudah cukup membuat saya lelah.

Kehidupan kommuter itu maksudnya pergi pagi dari rumah untuk bekerja di daerah lain yang cukup jauh jaraknya, lalu pulang ketika malam sampai di rumah. Begitu ritme hidupnya. Pergi pagi. Pulang saat malam. Setiap hari. Pergi naik kereta lalu lanjut dengan bus dalam perjalanan dalam kota Jakarta. Begitu setiap harinya.

Hal yang membuat saya menetapkan untuk pindah tempat tinggal dekat dengan tempat kerja adalah karena saya tidak tahan dengan kebiasaan macet jalanan dalam kota. Macet. Sebenarnya bila dibiasakan mengalami macetnya kota Jakarta, hal itu adalah hal yang sudah dipahami oleh banyak orang. Mereka tahu sudah begitu banyak kendaraan. Mereka tahu sudah begitu sering stuck di jalan.

Well, dan disinilah saya. Sudah berada di tempat kerja di pagi hari tanpa harus mengalami macet kota Jakarta. Mau tahu bagaimana caranya ? 

Ada di artikel berikutnya ^___^

(im)